Hotline 0823 1060 7878
Lacak Pesanan Registrasi Member ID 🇮🇩
Home Search
Cart
Account Chat

Jenis Pondasi Berdasarkan Kedalaman, Cari Tahu Ada Apa Saja?

24 January 2026

DEPOSSBANGUNAN - Pondasi adalah bagian paling bawah dari struktur bangunan yang berfungsi vital untuk menopang dan menyalurkan seluruh beban bangunan.

Secara umum terdapat dua jenis pondasi yang biasa digunakan dalam konstruksi bangunan yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Pondasi dangkal biasa digunakan untuk konstruksi beban ringan dan memiliki kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal yaitu sekitar 0,8 m - 1m.

Sedangkan pondasi dalam digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah atau dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, selain itu juga digunakan untuk konstruksi beban berat.

PONDASI DANGKAL:

1. Pondasi Batu Kali
Sering ditemui pada bangunan-bangunan rumah tinggal selain kuat, pondasi ini pun masih termasuk murah. Bentuk trapesium dengan ukuran tinggi 60-80 cm, lebar pondasi bawah 60-80 cm dan lebar pondasi atas 25-30 cm.

2. Pondasi Telapak (Foot Plat)
Pondasi yang umum digunakan untuk bangunan bertingkat rendah (1-5) di Indonesia. Dibuat dari bahan beton bertulang, dengan kedalaman tanah kuat hingga mencapai 2m dibawah permukaan tanah.

3. Pondasi Plat Beton Lajur
Pondasi ini sangat kuat, sebab seluruhnya terdiri dari beton bertulang dan harganya lebih murah. Ukuran lebar pondasi lajur ini sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali, yaitu 70 cm. Pondasi ini juga menjadi alternatif dari pondasi batu kali.

PONDASI DALAM:

1. Pondasi Bore Pile
Merupakan pondasi dengan kedalaman lebih dari 2 m. Digunakan untuk pondasi bangunan - bangunan tinggi. Sebelum dipasang, permukaan tanah dibor terlebih dahulu. Pondasi ini berdiameter 20 cm keatas. Dan biasanya pondasi ini terdiri dari 2 atau lebih yang diatasnya terdapat pile cap.

2. Pondasi Tiang Pancang
Sama seperti bore pile, yang membedakan hanya bahan dasarnya. Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung. Digunakan pada tanah-tanah dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam.

3. Pondasi Sumuran
Merupakan peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang. Disebut Sumuran, karena dalam pengerjaannya membuat lubang-lubang berbentuk sumur dan diberi buis beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm dengan pembesian.