Hotline 0823 1060 7878
Lacak Pesanan Registrasi Member ID 🇮🇩
Home Search
Cart
Account Chat

Kenapa Keramik Bisa Kopong? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

24 August 2026

DEPO SS - Keramik yang sudah terpasang tetapi mengeluarkan suara kopong saat diketuk tentu bisa menjadi masalah. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini juga dapat menjadi tanda bahwa keramik tidak menempel sempurna pada permukaan di bawahnya.

Jika dibiarkan, keramik yang kopong berisiko retak, pecah, bahkan terlepas. Lalu, apa sebenarnya penyebab keramik bisa kopong?

1. Perekat Keramik Tidak Menempel Merata

Salah satu penyebab utama keramik kopong adalah perekat yang tidak tersebar secara merata. Masih adanya rongga udara di bawah keramik membuat sebagian permukaannya tidak mendapatkan daya rekat yang optimal.

Saat keramik diketuk, rongga tersebut dapat menghasilkan suara kosong atau kopong.

Cara mencegahnya: Pastikan adukan semen atau perekat keramik diaplikasikan secara merata sebelum keramik dipasang.

2. Permukaan Lantai atau Dinding Kurang Bersih

Debu, pasir, minyak, atau kotoran pada permukaan dapat mengurangi daya rekat antara perekat dan bidang pemasangan. Akibatnya, keramik tidak menempel dengan maksimal dan berpotensi menjadi kopong.

Cara mencegahnya: Bersihkan permukaan lantai atau dinding terlebih dahulu sebelum memulai pemasangan.

3. Adukan atau Perekat Tidak Sesuai

Campuran perekat yang terlalu encer atau terlalu kental dapat memengaruhi kekuatan rekat. Selain itu, penggunaan jenis perekat yang tidak sesuai dengan ukuran atau jenis keramik juga bisa meningkatkan risiko keramik tidak menempel sempurna.

Cara mencegahnya: Gunakan bahan perekat yang sesuai dan ikuti petunjuk pencampuran dari produk yang digunakan.

4. Keramik Tidak Ditekan dengan Baik Saat Pemasangan

Setelah keramik diletakkan, proses penekanan atau perataan sangat penting untuk membantu perekat menyebar dan mengurangi rongga udara di bawahnya.

Jika proses ini dilakukan kurang maksimal, sebagian area keramik dapat tidak menempel dengan sempurna.

Cara mencegahnya: Pastikan keramik dipasang dengan tekanan dan perataan yang cukup menggunakan alat yang sesuai.

5. Kondisi Permukaan Dasar Tidak Rata

Lantai atau dinding yang tidak rata dapat menyebabkan bagian tertentu dari keramik tidak mendapatkan kontak yang optimal dengan perekat. Hal ini dapat menciptakan rongga dan menyebabkan suara kopong saat keramik diketuk.

Cara mencegahnya: Periksa dan ratakan permukaan terlebih dahulu sebelum memasang keramik.

6. Pemasangan Dilakukan Terlalu Terburu-Buru

Pekerjaan pemasangan keramik membutuhkan ketelitian. Jika proses dilakukan terlalu cepat tanpa memastikan setiap keramik terpasang dengan baik, kemungkinan munculnya rongga di bawah keramik akan lebih besar.

Cara mencegahnya: Lakukan pemasangan secara bertahap dan periksa kembali setiap bagian sebelum perekat mengering.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Keramik Sudah Kopong?

Tidak semua keramik kopong memiliki tingkat masalah yang sama. Jika hanya terjadi pada area kecil dan keramik masih kuat serta tidak retak, kondisinya bisa dipantau terlebih dahulu. Namun, jika area kopong cukup luas, keramik mulai bergerak, retak, atau terdengar semakin kosong, sebaiknya dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Dalam beberapa kondisi, keramik mungkin perlu dilepas dan dipasang kembali agar masalah tidak semakin parah.