Hotline 0823 1060 7878
Lacak Pesanan Registrasi Member ID 🇮🇩
Home Search
Cart
Account Chat

5 Kesalahan Saat Memotong Granit dan Keramik yang Harus Dihindari

17 August 2026

DEPO SS - Memotong granit dan keramik membutuhkan ketelitian karena hasil potongan akan sangat memengaruhi kerapian pemasangan. Kesalahan saat proses pemotongan dapat menyebabkan tepi material pecah, muncul chipping, ukuran tidak presisi, hingga material terbuang.
Penggunaan pisau potong atau diamond blade yang tepat menjadi salah satu faktor penting. Namun, alat yang bagus saja tidak cukup jika teknik pemotongannya kurang tepat.
Berikut 5 kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Menggunakan Pisau Potong yang Tidak Sesuai
Setiap material memiliki karakteristik yang berbeda. Keramik, granit, dan batu memiliki tingkat kekerasan serta karakteristik pemotongan yang tidak selalu sama.
Menggunakan pisau potong yang tidak sesuai dapat membuat hasil potongan kurang rapi, mempercepat keausan blade, atau meningkatkan risiko material mengalami chipping.
Karena itu, pilih diamond blade yang memang sesuai dengan jenis material dan metode pemotongan yang digunakan.
2. Memotong Terlalu Cepat
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mendorong material terlalu cepat ketika proses pemotongan berlangsung.
Kecepatan pemotongan yang tidak sesuai dapat memberikan beban berlebih pada blade dan material. Akibatnya, tepi granit atau keramik bisa lebih mudah pecah.
Biarkan blade bekerja secara bertahap dan ikuti kemampuan mesin serta rekomendasi penggunaan dari produsen blade.
Potongan yang rapi bukan berarti harus dilakukan secepat mungkin.
3. Tidak Memperhatikan Pendinginan
Pada proses pemotongan tertentu, terutama menggunakan metode wet cutting, air berfungsi membantu mengendalikan panas sekaligus mengurangi debu.
Jika metode dan sistem pendinginan tidak sesuai, blade dapat mengalami panas berlebih yang berpotensi memengaruhi performa dan umur penggunaannya.
Namun, tidak semua blade digunakan dengan metode basah. Ada diamond blade yang memang dirancang untuk dry cutting.
Jadi, selalu perhatikan petunjuk penggunaan blade sebelum menentukan metode pemotongan.
4. Tidak Membuat Pengukuran dan Tanda Potongan dengan Presisi
Kesalahan berikutnya bukan berasal dari blade, tetapi dari pengukuran.
Potongan yang meleset beberapa milimeter saja dapat membuat granit atau keramik tidak sesuai dengan area pemasangan.
Sebelum memotong:
• Ukur area dengan teliti.
• Tandai garis potongan dengan jelas.
• Periksa kembali ukuran.
• Pastikan posisi material tidak berubah saat dipotong.
Untuk pekerjaan dengan banyak keping, gunakan pengukuran yang konsisten agar hasil pemasangan tetap sejajar.
5. Mengabaikan Kondisi Blade dan Mesin
Diamond blade yang sudah aus atau mesin yang kondisinya kurang baik dapat memengaruhi hasil pemotongan.
Sebelum digunakan, periksa kondisi blade dan pastikan mesin bekerja dengan baik. Jangan menggunakan blade yang mengalami kerusakan atau dipasang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.
Pastikan juga material terkunci atau ditopang dengan baik agar tidak bergerak selama proses pemotongan.
Bonus: Jangan Memaksakan Blade yang Sudah Tidak Optimal
Jika hasil potongan mulai kasar, proses pemotongan terasa semakin berat, atau blade menunjukkan tanda-tanda kerusakan, jangan terus memaksakannya.
Blade yang tidak lagi bekerja optimal dapat membuat hasil potongan semakin buruk dan meningkatkan risiko kerusakan material maupun alat.
Tips Agar Hasil Potongan Granit dan Keramik Lebih Rapi
Selain menghindari lima kesalahan di atas, beberapa hal berikut dapat membantu:
1. Gunakan diamond blade sesuai jenis material.
2. Pastikan material ditopang dengan stabil.
3. Buat tanda potongan dengan akurat.
4. Gunakan kecepatan pemotongan yang sesuai.
5. Gunakan pendinginan jika blade dan mesin memang dirancang untuk wet cutting.
6. Periksa kondisi blade sebelum digunakan.
7. Jangan memaksakan mesin atau blade melebihi kemampuan yang direkomendasikan.
Kesimpulan
Memotong granit dan keramik membutuhkan alat yang tepat, pengukuran yang presisi, serta teknik yang benar.
Lima kesalahan yang perlu dihindari adalah:
• Menggunakan pisau potong yang tidak sesuai.
• Memotong terlalu cepat.
• Mengabaikan sistem pendinginan.
• Tidak melakukan pengukuran dengan presisi.
• Mengabaikan kondisi blade dan mesin.
Dengan memperhatikan hal tersebut, risiko chipping, pecah, dan potongan yang tidak presisi dapat diminimalkan sehingga material dapat dipasang dengan hasil yang lebih rapi.